Kamis, 24 Desember 2015
Rabu, 23 Desember 2015
Jenis - jenis sapi perah
Banyak bangsa sapi daging yang dikembangkan untuk tujuan ganda (susu dan
daging) atau bahkan untuk tujuan yang lebih luas lagi yaitu susu,
daging, dan tenaga. Beberapa bangsa masih memperlihatkan perbedaan
sedangkan yang lainnya telah diseleksi untuk sifat-sifat ternak daging
atau ternak perah saja (Blakely,1991).
Bangsa sapi perah daerah subtropics
Ayrshire. Bangsa sapi Ayrshire dikembangkan di daerah Ayr, yaitu di daerah bagian barat Skotlandia. Wilayah tersebut dingin dan lembab, padang rumput relative tidak banyak tersedia. Dengan demikian maka ternak terseleksi secara alamiah akan ketahanan dan kesanggupannya untuk merumput (Blakely,1991).
Pola warna bangsa sapi Ayrshire bervariasi dari merah dan putih sampai warna mahagoni dan putih. Bangsa sapi ini lebih bersifat gugup atau terkejut bila dibandingkan dengan bangsa-bangsa yang lain. Para peternak dahulu nampak masih berhati-hati dalam usaha mereka dalam melakukan seleksi kearah tipe yang bagus. Hasil itu masih nampak dalam gaya penampilan, simetri, perlekatan ambing yang nampak, disamping kehalusan dan kebersihannya sebagai tipe perah. Sapi Ayrshire hanya termasuk dalam peringkat sedang dari sudut daging serta pedet yang dilahirkan. Rata-rata bobot badan sapi betina dewasa 1250 pound dan sapi jantan mencapai 1600-2300 pound. Produksi susu menurut DHIA (1965/1966) rata-rata 10312 pound dengan kadar lemak 4% (Prihadi,1997).
Brown Swiss. Bangsa sapi Brown Swiss banyak dikembangkan dilereng-lereng pegunungan di Swiss. Sapi ini merumput di kaki-kaki gunung pada saat musim semi sampai lereng yang paling tinggi saat musim panas. Keadaan alam seperti itu melahirkan hewan-hewan yang tangguh akan kemampuan merumput yang bagus. Ukuran badannya yang besar serta lemak badannya yang berwarna putih menjadikannya sapi yang disukai untuk produksi daging (Blakely,1991).
Warna sapi Brown Swiss bervariasi mulai dari coklat muda sampai coklat gelap, serta tercatat sebagai sapi yang mudah dikendalikan dengan kecenderungan bersifat acuh. Sapi Brown Swiss dikembangkan untuk tujuan produksi keju dan daging, serta produksi susunya dalam jumlah besar dengan kandungan bahan padat dan lemak yang relative tinggi. Bobot badan sapi betina dewasa 1200-1400 pound, sedang sapi jantan Brown Swiss 1600-2400 pound. Produksi susu rata-rata mencapai 10860 pound dengan kadar lemak 4,1% dan warna lemak susunya agak putih (Blakely,1991).
Guernsey. Bangsa sapi Guernsey dikembangkan di pulau Guernsey di Inggris. Pulau tersebut terkenal dengan padang rumputnya yang bagus, sehingga pada awal-awal seleksinya, sifat-sifat kemampuan merumput bukan hal penting yang terlalu diperhatikan. Sapi perah Guernsey berwarna coklat muda dengan totol-totol putih yang nampak jelas. Sapi tersebut sangat jinak, tetapi karena lemak badannya yang berwarna kekuningan serta ukuran badan yang kecil menyebabkan tidak disukai untuk produksi susu dengan warna kuning yang mencerminkan kadar karoten yang cukup tinggi (karoten adalah pembentuk atau prekusor vitamin A). disamping itu, kadar lemak susu serta kadar bahan padat susu yang tinggi. Bobot badan rata-rata sapi betina dewasa 1100 pound dengan kisaran antar 800-1300 pound. Sedangkan bobot sapi jantan dewasa dapat mencapai 1700 pound. Produksi susu sapi Guernsey menurut DHIA (1965/1966) rata-rata 9179 pound dengan kadar lemaknya 4,7% (Prihadi,1997).
Jersey. Sapi Jersey dikembangkan di pulau Jersey di Inggris yang terletak hanya sekitar 22 mil dari pulau Guernsey. Seperti halnya pulau Guernsey, pulau Jersey juga mempunyai padang rumput yang bagus sehingga seleksi ke arah kemampuan merumput tidak menjadi perhatian pokok. Pulau itu hasil utamanya adalah mentega, dengan demikian sapi Jersey dikembangkan untuk tujuan produksi lemak susu yang banyak, sifat yang sampai kini pun masih menjadi perhatian. Dalam masa perkembangan bangsa ini, hanya sapi-sapi yang bagus sajalah yang tetap dipelihara sehingga sapi Jersey ini masih terkenal karena keseragamannya (Blakely,1991).
Susu yang berasal dari sapi yang berwarna coklat ini, warnanya kuning karena kandungankarotennya tinggi serta persentase lemak dan bahan padatnya juag tinggi. Seperti halnya sapi Guernsey, sapi Jersey tidak disukai untuk tujuan produksi daging serta pedet yang akan dipotong. Bobot sapi betina dewasa antara 800-1100 pound. Produksi susu sapi Jersey tidak begitu tinggi, menurut standar DHIA (1965/1966) rata-rata produksi sapi Jersey 8319 pound/tahun, tetapi kadar lemaknya sangat tinggi rata-rata 5,2% (Prihadi,1997).
Holstein – Friesien. Bangsa sapi Holstein-Friesien adalah bangsa sapi perah yang paling menonjol di Amerika Serikat, jumlahnya cukup banyak, meliputi antara 80 sampai 90% dari seluruh sapi perah yang ada. Asalnya adalah Negeri Belanda yaitu di propinsi Nort Holand dan West Friesland, kedua daerah yang memiliki padang rumput yang bagus. Bangsa sapi ini pada awalnya juga tidak diseleksi kearah kemampuan atau ketangguhannya merumput. Produksi susunya banyak dan dimanfaatkan untuk pembuatan keju sehingga seleksi kearah jumlah produksi susu sangat dipentingkan (Blakely,1991).
Sapi yang berwarna hitam dan putih (ada juga Holstein yang berwarna merah dan putih) sangat menonjol karena banyaknya jumlah produksi susu namun kadar lemaknya rendah. Sifat seperti ini nampaknya lebih cocok dengan kondisi pemasaran pada saat sekarang. Ukuran badan, kecepatan pertumbuhan serta karkasnya yang bagus menyebabkan sapi ini sangat disukai pula untuk tujuan produksi daging serta pedet untuk dipotong. Standar bobot badan sapi betina dewasa 1250 pound, pada umumnya sapi tersebut mencapai bobot 1300-1600 pound. Standar bobot badan pejantan 1800 pound dan pada umumnya sapi pejantan tersebut mencapai diatas 1 ton. Produksi susu bias mencapai 126874 pound dalam satu masa laktasi, tetapi kadar lemak susunya relative rendah, yaitu antara 3,5%-3,7%. Warna lemaknya kuning dengan butiran-butiran (globuli) lemaknya kecil, sehingga baik untuk dikonsumsi susu segar (Blakely,1991).
Bangsa sapi perah daerah tropis
Sahiwal. Bangsa sapi Sahiwal berasal dari daerah Punyab, distrik montgo mery, Pakistan, daerah antara 29°5’ -30°2’ LU. Sapi perah Sahiwal mempunyai warna kelabu kemerah-merahan atau kebanyakan merah warna sawo atau coklat. Sapi betina bobot badannya mencapai 450 kg sedangkan yang jantan 500-600 kg. sapi ini tahan hidup di daerah asalnya dan dapat berkembang di daerah-daerah yang curah hujannya tidak begitu tinggi. Produksi susu paling tinggi yaitu antara 2500-3000 kg/tahun dengan kadar lemaknya 4,5%. Menurut Ware (1941) berdasarkan catatan sapi perah Sahiwal yang terbaik dari 289 ekor dapat memproduksi antara 6000-13000 pound (2722-5897 liter) dengan kadar lemak 3,7% (Blakely,1991).
Red Sindhi. Bangsa sapi Red Sindhi berasal dari daerah distrik Karachi, Hyderabad dan Kohistan. Sapi Red Sindhi berwarna merah tua dan tubuhnya lebih kecil bila dibandingkan dengan sapi Sahiwal, sapi betina dewasa rata-rata bobot badannya 300-350 kg, sedangkan jantannya 450-500 kg. produksi susu Red Sindhi rata-rata 2000 kg/tahun, tetapi ada yang mencapai produksi susu 3000 kg/tahu dengan kadar lemaknya sekitar 4,9% (Blakely,1991).
Gir. Bangsa sapi Gir berasal dari daerah semenanjung Kathiawar dekat Bombay di India Barat dengan curah hujan 20-25 inchi atau 50,8-63,5 cm. Daerah ini terletak antara 20°5’ - 22°6’ LU. Pada musim panas temperature udara mencapai 98°F (36,7°C) dan musim dingin temperatu udara sampai 60°F (15,5°C) (Prihadi,1997).
Warna sapi Gir pada umumnya putih dengan sedikit bercak-bercak coklat atau hitam, tetapi ada juga yang kuning kemerahan. Sapi ini tahan untuk bekerja baik di sawah maupun di tegal. Ukuran bobot sapi betina dewasa sekitar 400 kg, sedangkan sapi jantan dewasa sekitar 600 kg. produksi susu rata-rata 2000 liter/tahun dengan kadar lemak 4,5-5% (Blakely,1991).
Bangsa sapi perah di Indonesia
Bangsa sapi perah di Indonesia dapat dikatakan tidak ada. Sapi perah di Indonesia berasal dari sapi impor dan hasil dari persilangan sapi impor dengan sapi local. Pada tahun 1955 di Indonesia terdapat sekitar 200000 ekor sapi perah dan hamper seluruhnya merupakan sapi FH dan keturunannya (Prihadi,1997).
Produksi susu sapi FH di Indonesia tidak setinggi di tempat asalnya. Hal ini banyak dipengaruhi oleh factor antara lain iklim, kualitas pakan, seleksi yang kurang ketat, manajemen dan mungkin juga sapi yang dikirim ke Indonesia kualitas genetiknya tidak sebaik yang diternakkan dinegeri asalnya. Sapi FH murni yang ada di Indonesia rata-rata produksi susunya sekitar 10 liter per hari dengan calving interval 12-15 bulan dan lama laktasi kurang lebih 10 bulan atau produksi susu rata-rata 2500-3000 liter per laktasi (Prihadi,1997).
Hasil persilangan antara sapi lokal dengan sapi FH sering disebut sapi PFH (Peranakan Friesian Holstein). Sapi ini banyak dipelihara rakyat terutama di daerah Boyolali, Solo, Ungaran, Semarang, dan Jogjakarta. Juga dapat dijumpai didaerah Pujon, Batu, Malang,dan sekitarnya. Warna sapi PFH seperti sapi FH tetapi sering dijumpai warna yang menyimpang misalnya warna bulu kipas ekor hitam, kuku berwarna hitam dan bentuk tubuhnya masih memperlihatkan bentuk sapi local, kadang-kadang masih terlihat adanya gumba yang meninggi (Prihadi,1997).
Sumber : http://yusufsila-binatang.blogspot.co.id/2011/09/jenis-jenis-sapi-perah.html
Bangsa sapi perah daerah subtropics
Ayrshire. Bangsa sapi Ayrshire dikembangkan di daerah Ayr, yaitu di daerah bagian barat Skotlandia. Wilayah tersebut dingin dan lembab, padang rumput relative tidak banyak tersedia. Dengan demikian maka ternak terseleksi secara alamiah akan ketahanan dan kesanggupannya untuk merumput (Blakely,1991).
Pola warna bangsa sapi Ayrshire bervariasi dari merah dan putih sampai warna mahagoni dan putih. Bangsa sapi ini lebih bersifat gugup atau terkejut bila dibandingkan dengan bangsa-bangsa yang lain. Para peternak dahulu nampak masih berhati-hati dalam usaha mereka dalam melakukan seleksi kearah tipe yang bagus. Hasil itu masih nampak dalam gaya penampilan, simetri, perlekatan ambing yang nampak, disamping kehalusan dan kebersihannya sebagai tipe perah. Sapi Ayrshire hanya termasuk dalam peringkat sedang dari sudut daging serta pedet yang dilahirkan. Rata-rata bobot badan sapi betina dewasa 1250 pound dan sapi jantan mencapai 1600-2300 pound. Produksi susu menurut DHIA (1965/1966) rata-rata 10312 pound dengan kadar lemak 4% (Prihadi,1997).
Brown Swiss. Bangsa sapi Brown Swiss banyak dikembangkan dilereng-lereng pegunungan di Swiss. Sapi ini merumput di kaki-kaki gunung pada saat musim semi sampai lereng yang paling tinggi saat musim panas. Keadaan alam seperti itu melahirkan hewan-hewan yang tangguh akan kemampuan merumput yang bagus. Ukuran badannya yang besar serta lemak badannya yang berwarna putih menjadikannya sapi yang disukai untuk produksi daging (Blakely,1991).
Warna sapi Brown Swiss bervariasi mulai dari coklat muda sampai coklat gelap, serta tercatat sebagai sapi yang mudah dikendalikan dengan kecenderungan bersifat acuh. Sapi Brown Swiss dikembangkan untuk tujuan produksi keju dan daging, serta produksi susunya dalam jumlah besar dengan kandungan bahan padat dan lemak yang relative tinggi. Bobot badan sapi betina dewasa 1200-1400 pound, sedang sapi jantan Brown Swiss 1600-2400 pound. Produksi susu rata-rata mencapai 10860 pound dengan kadar lemak 4,1% dan warna lemak susunya agak putih (Blakely,1991).
Guernsey. Bangsa sapi Guernsey dikembangkan di pulau Guernsey di Inggris. Pulau tersebut terkenal dengan padang rumputnya yang bagus, sehingga pada awal-awal seleksinya, sifat-sifat kemampuan merumput bukan hal penting yang terlalu diperhatikan. Sapi perah Guernsey berwarna coklat muda dengan totol-totol putih yang nampak jelas. Sapi tersebut sangat jinak, tetapi karena lemak badannya yang berwarna kekuningan serta ukuran badan yang kecil menyebabkan tidak disukai untuk produksi susu dengan warna kuning yang mencerminkan kadar karoten yang cukup tinggi (karoten adalah pembentuk atau prekusor vitamin A). disamping itu, kadar lemak susu serta kadar bahan padat susu yang tinggi. Bobot badan rata-rata sapi betina dewasa 1100 pound dengan kisaran antar 800-1300 pound. Sedangkan bobot sapi jantan dewasa dapat mencapai 1700 pound. Produksi susu sapi Guernsey menurut DHIA (1965/1966) rata-rata 9179 pound dengan kadar lemaknya 4,7% (Prihadi,1997).
Jersey. Sapi Jersey dikembangkan di pulau Jersey di Inggris yang terletak hanya sekitar 22 mil dari pulau Guernsey. Seperti halnya pulau Guernsey, pulau Jersey juga mempunyai padang rumput yang bagus sehingga seleksi ke arah kemampuan merumput tidak menjadi perhatian pokok. Pulau itu hasil utamanya adalah mentega, dengan demikian sapi Jersey dikembangkan untuk tujuan produksi lemak susu yang banyak, sifat yang sampai kini pun masih menjadi perhatian. Dalam masa perkembangan bangsa ini, hanya sapi-sapi yang bagus sajalah yang tetap dipelihara sehingga sapi Jersey ini masih terkenal karena keseragamannya (Blakely,1991).
Susu yang berasal dari sapi yang berwarna coklat ini, warnanya kuning karena kandungankarotennya tinggi serta persentase lemak dan bahan padatnya juag tinggi. Seperti halnya sapi Guernsey, sapi Jersey tidak disukai untuk tujuan produksi daging serta pedet yang akan dipotong. Bobot sapi betina dewasa antara 800-1100 pound. Produksi susu sapi Jersey tidak begitu tinggi, menurut standar DHIA (1965/1966) rata-rata produksi sapi Jersey 8319 pound/tahun, tetapi kadar lemaknya sangat tinggi rata-rata 5,2% (Prihadi,1997).
Holstein – Friesien. Bangsa sapi Holstein-Friesien adalah bangsa sapi perah yang paling menonjol di Amerika Serikat, jumlahnya cukup banyak, meliputi antara 80 sampai 90% dari seluruh sapi perah yang ada. Asalnya adalah Negeri Belanda yaitu di propinsi Nort Holand dan West Friesland, kedua daerah yang memiliki padang rumput yang bagus. Bangsa sapi ini pada awalnya juga tidak diseleksi kearah kemampuan atau ketangguhannya merumput. Produksi susunya banyak dan dimanfaatkan untuk pembuatan keju sehingga seleksi kearah jumlah produksi susu sangat dipentingkan (Blakely,1991).
Sapi yang berwarna hitam dan putih (ada juga Holstein yang berwarna merah dan putih) sangat menonjol karena banyaknya jumlah produksi susu namun kadar lemaknya rendah. Sifat seperti ini nampaknya lebih cocok dengan kondisi pemasaran pada saat sekarang. Ukuran badan, kecepatan pertumbuhan serta karkasnya yang bagus menyebabkan sapi ini sangat disukai pula untuk tujuan produksi daging serta pedet untuk dipotong. Standar bobot badan sapi betina dewasa 1250 pound, pada umumnya sapi tersebut mencapai bobot 1300-1600 pound. Standar bobot badan pejantan 1800 pound dan pada umumnya sapi pejantan tersebut mencapai diatas 1 ton. Produksi susu bias mencapai 126874 pound dalam satu masa laktasi, tetapi kadar lemak susunya relative rendah, yaitu antara 3,5%-3,7%. Warna lemaknya kuning dengan butiran-butiran (globuli) lemaknya kecil, sehingga baik untuk dikonsumsi susu segar (Blakely,1991).
Bangsa sapi perah daerah tropis
Sahiwal. Bangsa sapi Sahiwal berasal dari daerah Punyab, distrik montgo mery, Pakistan, daerah antara 29°5’ -30°2’ LU. Sapi perah Sahiwal mempunyai warna kelabu kemerah-merahan atau kebanyakan merah warna sawo atau coklat. Sapi betina bobot badannya mencapai 450 kg sedangkan yang jantan 500-600 kg. sapi ini tahan hidup di daerah asalnya dan dapat berkembang di daerah-daerah yang curah hujannya tidak begitu tinggi. Produksi susu paling tinggi yaitu antara 2500-3000 kg/tahun dengan kadar lemaknya 4,5%. Menurut Ware (1941) berdasarkan catatan sapi perah Sahiwal yang terbaik dari 289 ekor dapat memproduksi antara 6000-13000 pound (2722-5897 liter) dengan kadar lemak 3,7% (Blakely,1991).
Red Sindhi. Bangsa sapi Red Sindhi berasal dari daerah distrik Karachi, Hyderabad dan Kohistan. Sapi Red Sindhi berwarna merah tua dan tubuhnya lebih kecil bila dibandingkan dengan sapi Sahiwal, sapi betina dewasa rata-rata bobot badannya 300-350 kg, sedangkan jantannya 450-500 kg. produksi susu Red Sindhi rata-rata 2000 kg/tahun, tetapi ada yang mencapai produksi susu 3000 kg/tahu dengan kadar lemaknya sekitar 4,9% (Blakely,1991).
Gir. Bangsa sapi Gir berasal dari daerah semenanjung Kathiawar dekat Bombay di India Barat dengan curah hujan 20-25 inchi atau 50,8-63,5 cm. Daerah ini terletak antara 20°5’ - 22°6’ LU. Pada musim panas temperature udara mencapai 98°F (36,7°C) dan musim dingin temperatu udara sampai 60°F (15,5°C) (Prihadi,1997).
Warna sapi Gir pada umumnya putih dengan sedikit bercak-bercak coklat atau hitam, tetapi ada juga yang kuning kemerahan. Sapi ini tahan untuk bekerja baik di sawah maupun di tegal. Ukuran bobot sapi betina dewasa sekitar 400 kg, sedangkan sapi jantan dewasa sekitar 600 kg. produksi susu rata-rata 2000 liter/tahun dengan kadar lemak 4,5-5% (Blakely,1991).
Bangsa sapi perah di Indonesia
Bangsa sapi perah di Indonesia dapat dikatakan tidak ada. Sapi perah di Indonesia berasal dari sapi impor dan hasil dari persilangan sapi impor dengan sapi local. Pada tahun 1955 di Indonesia terdapat sekitar 200000 ekor sapi perah dan hamper seluruhnya merupakan sapi FH dan keturunannya (Prihadi,1997).
Produksi susu sapi FH di Indonesia tidak setinggi di tempat asalnya. Hal ini banyak dipengaruhi oleh factor antara lain iklim, kualitas pakan, seleksi yang kurang ketat, manajemen dan mungkin juga sapi yang dikirim ke Indonesia kualitas genetiknya tidak sebaik yang diternakkan dinegeri asalnya. Sapi FH murni yang ada di Indonesia rata-rata produksi susunya sekitar 10 liter per hari dengan calving interval 12-15 bulan dan lama laktasi kurang lebih 10 bulan atau produksi susu rata-rata 2500-3000 liter per laktasi (Prihadi,1997).
Hasil persilangan antara sapi lokal dengan sapi FH sering disebut sapi PFH (Peranakan Friesian Holstein). Sapi ini banyak dipelihara rakyat terutama di daerah Boyolali, Solo, Ungaran, Semarang, dan Jogjakarta. Juga dapat dijumpai didaerah Pujon, Batu, Malang,dan sekitarnya. Warna sapi PFH seperti sapi FH tetapi sering dijumpai warna yang menyimpang misalnya warna bulu kipas ekor hitam, kuku berwarna hitam dan bentuk tubuhnya masih memperlihatkan bentuk sapi local, kadang-kadang masih terlihat adanya gumba yang meninggi (Prihadi,1997).
Sumber : http://yusufsila-binatang.blogspot.co.id/2011/09/jenis-jenis-sapi-perah.html
Selasa, 22 Desember 2015
Pemrosesan susu sapi
Proses Pengolahan Susu Sapi

Susu sapi merupakan bahan makanan yang mudah rusak. Oleh sebab itu perlu
mendapat perawatan secara khusus. Berikut ini adalah proses pengolahan
susu sapi:
# 1. Setelah mendapatkan susu hasil perahan, segera bawa susu hasil perahan tersebut ke kamar susu, kemudian disaring. Penyaringan harus dilakukan segera untuk menghindari agar jangan sampai kuman-kuman yang hinggap pada kotoran di dalam air susu mendapat kesempatan untuk berkembang biak lebih lanjut
# 2. Setelah disaring, baru dilakukan penakaran apabila ingin mengetahui jumlah produksi
# 3. Kemudian susu hasil perahan dari beberapa ekor sapi tersebut dicampur perlahan-lahan sampai menjadi campuran air susu yang homogen
# 4. Selanjutnya, air susu dialirkan ke alat pendingin. Untuk pendinginan diperlukan suhu 10 - 15 decel selama 2 - 3 jam. Pendinginan air susu bertujuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri sehingga air susu sapi bisa bertahan lama. Atau bisa juga melakukan pasturisasi terlebih dahulu sebelum susu dialirkan ke alat pendingin agar bila terdapat organisme atau bakteri yang merigikan bisa mati
# 5. Secara sederhana, pendinginan bisa dilakukan dengan menempatkan botol-botol air susu atau susu yang sudah di pak dalam kantong plastik, kemudian dimasukkan ke dalam bak yang berisikan es. Sedangkan pasturisasi sederhana dapat dilakukan dengan cara merebus air susu diatas kompor di temperatur 74 decel selama 6 menit
# 6. Setelah proses pendinginan/pasturisasi selesai, susu boleh dimasukkan ke dalam boto-botol untuk dikirim ke konsumen.
Keterangan:
Susu sapi yang tidak melewati tahap pendinginan atau pasturisasi dan langsung dimasukkan ke dalam botol, kualitas susunya akan mudah rusak atau pecah
# 1. Setelah mendapatkan susu hasil perahan, segera bawa susu hasil perahan tersebut ke kamar susu, kemudian disaring. Penyaringan harus dilakukan segera untuk menghindari agar jangan sampai kuman-kuman yang hinggap pada kotoran di dalam air susu mendapat kesempatan untuk berkembang biak lebih lanjut
# 2. Setelah disaring, baru dilakukan penakaran apabila ingin mengetahui jumlah produksi
# 3. Kemudian susu hasil perahan dari beberapa ekor sapi tersebut dicampur perlahan-lahan sampai menjadi campuran air susu yang homogen
# 4. Selanjutnya, air susu dialirkan ke alat pendingin. Untuk pendinginan diperlukan suhu 10 - 15 decel selama 2 - 3 jam. Pendinginan air susu bertujuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri sehingga air susu sapi bisa bertahan lama. Atau bisa juga melakukan pasturisasi terlebih dahulu sebelum susu dialirkan ke alat pendingin agar bila terdapat organisme atau bakteri yang merigikan bisa mati
# 5. Secara sederhana, pendinginan bisa dilakukan dengan menempatkan botol-botol air susu atau susu yang sudah di pak dalam kantong plastik, kemudian dimasukkan ke dalam bak yang berisikan es. Sedangkan pasturisasi sederhana dapat dilakukan dengan cara merebus air susu diatas kompor di temperatur 74 decel selama 6 menit
# 6. Setelah proses pendinginan/pasturisasi selesai, susu boleh dimasukkan ke dalam boto-botol untuk dikirim ke konsumen.
Keterangan:
Susu sapi yang tidak melewati tahap pendinginan atau pasturisasi dan langsung dimasukkan ke dalam botol, kualitas susunya akan mudah rusak atau pecah
Sumber : https://carapedia.com/proses_pengolahan_susu_sapi_info722.html
Jumat, 18 Desember 2015
Akhir Pekan Bersama di Cimory Riverside View
Bingung akan kemana Anda sekeluarga pada akhir pekan ini? Jika Anda tinggal di seputaran Bogor, datang saja ke Cimory Resto yang terletak di daerah Puncak. Menyajikan pemandangan yang indah dan udara yang sejuk menjadikan Cimory Resto pilihan yang pas untuk melepas lelah serta berekreasi bersama keluarga.
Cimory resto memiliki beberapa area. Saat Anda memasuki resto, Anda akan disajikan beragam produk Cimory dan saat Anda ingin membawa pulang oleh-oleh ke keluarga atau relasi Anda dapat langsung membelinya di situ. Restonya sendiri terletak di bagian atas yang langsung menghadap ke pemandangan alam yang sangat indah. Membuat Anda dan keluarga rileks dan melupakan kepenatan kota sejenak. Kapasitas yang dapat ditampung pun cukup banyak, jadi Anda sekeluarga tak perlu cemas jika berpikiran tak akan mendapatkan duduk.
Terdapat beragam menu yang dapat Anda sekeluarga coba di Cimory Resto ini. Namun, ada menu olahan sosis menjadi menu yang sangat difavoritkan oleh banyak orang. Menu lain yang direkomendasikan adalah menu western seperti Chicken Cordon Blue. Bila ingin menyantap santapan berkuah, Anda sekeluarga dapat mencoba sup jamur atau zuppa soup, sop buntut goreng, soto ayam kampung. Jika Anda ingin mencicipi makanan yang dibakar, Anda dapat mencoba iga bakar, buntut bakar dan ayam bakar. Kisaran harga yang ditawarkan Cimory Resto cukup terjangkau, dimulai dari harga Rp 20.000 hingga Rp 40.000.
Untuk hidangan penutup, Anda sekeluarga dapat memesan macam-macam cake, pancake dan aneka es campur serta ice cream. Cimory Resto juga menyediakan minuman untuk menghangatkan tubuh seperti wedang ronde, susu jahe dan minuman khas yang lainnya. Tidak lupa, Anda pun dapat menikmati beragam minuman yogurt dari Cimory yang dapat membantu membuat tubuh Anda sekeluarga kembali segar dengan kandungan nutrisi yang ada di dalamnya.
Selagi menunggu makanan yang telah Anda pesan atau pun telah selesai bersantap, Anda sekeluarga dapat mengajak keluarga Anda berkeliling di seputaran Cimory Resto. Terdapat juga area permainan yang dapat dinikmati oleh anak-anak Anda. Setelah puas mengajak anak Anda bermain di area permainan, Anda dapat mengajak Anda sekeluarga mengunjungi Cimory Mini Farm. Di tempat ini Anda sekeluarga dapat melihat beberapa ekor sapi perah yang sedang di perah untuk memproduksi susu segar.
Bila ingin lebih mengenal lebih lanjut tentang Cimory, Anda dapat mendaftar untuk mengikuti tur. Tur ini dikhususkan untuk rombongan dengan minimal peserta 25 orang. Dalam tur ini, Anda dan rombongan dapat melihat peternakan sapi, memberi makan sapi, memerah susu, mengunjungi pabrik pembuatan susu Cimory dan menonton film tentang proses pembuatan susu. Tur ini dapat menambah pengetahuan anak Anda.
Bila Anda sekeluarga ingin lebih mengetahui tentang Cimory, Cimory Resto menyediakan jasa tur yang dapat diikuti minimal 25 orang. Tur ini mengajak rombongan Anda untuk melihat peternakan sapi, memberi sapi makanan, memerah susu, mengunjungi pabrik yang memproses pembuatan susu Cimory serta menonton film dokumenter tentang pembuatan susu.
Ketika sudah puas, Anda dapat membeli oleh-oleh untuk keluarga Anda. Di toko ini, tersaji semua produk Cimory segar yang dapat Anda bawa pulang. Toko ini juga menyediakan oleh-oleh makanan khas Bogor, jadi tak perlu repot-repot lagi untuk mencarinya di toko lain.
Yuk, kunjungi Cimory Resto. Pilihan yang pas untuk menghabiskan akhir pekan Anda sekeluarga. Selain pemandangan indah dan udara sejuk, Anda akan dimanjakan beragam produk segar dari Cimory. Cimory Resto selalu menunggu kunjungan Anda beserta keluarga.
Sumber : http://cimory.com/akhir-pekan-bersama-di-cimory/
Selasa, 08 Desember 2015
Manfaat Susu Yogurt Untuk Kesehatan Tubuh
Telah lama minuman fermentasi dari susu ini dikenal banyak orang sebagai minuman kesehatan. Kurang lebih selama 4,5 abad manusia meminumnya setiap hari. Kandungan nutrisi di dalam yogurt
yang membuat minuman ini dilabeli minuman kesehatan. Kandungan di dalam
yogurt adalah termasuk bakteri baik, vitamin B, mineral, vitamin D dan
kalsium. yogurt sendiri dapat dikonsumsi oleh hampir semua orang, bahkan
lansia, orang yang mempunyai alergi susu hingga ibu hamil.
Sudah baca fakta-fakta menyehatkan tentang yogurt kan? Jadi setuju jika begitu banyak bukan kegunaan yogurt yang dapat membantu kita tetap sehat. Yuk, minum Cimory setiap hari agar Anda bisa merasakan khasiatnya.
Sumber : http://cimory.com/manfaat-minum-susu-yogurt-setiap-hari-untuk-tubuh/
Sahabat Bagi Pencernaan
Yogurt mengandung bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan dan melancarkan saluran pencernaan. Bakteri baik ini juga dikenal sebagai probiotik yang dipercaya untuk melindungi tubuh dari peradangan, infeksi dan diare. yogurt dapat diminum oleh penderita intoleransi laktosa karena jenih probiotik yang digunakan dalam pemrosesan yogurt adalah Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus Thermophilus.Mengandung Vitamin dan Mineral
Aktivitas bakteri baik membantu meningkatkan kandungan vitamin B di yogurt. Jenis-jenis vitamin B yang terkandung dalam yogurt adalah vitamin B1 (Thiamin) yang berperan dalam metabolisme karbohidrat serta membantu fungsi syaraf dan jantung, Lalu ada vitamin B2 (riboflavin) yang membantu kesehatan membran dan kulit. Terakhir adalah vitamin B12 untuk membantu pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia. Asupan vitamin B yang cukup setiap harinya dapat menyuplai kebutuhan energi untuk siap beraktivitas.Vitamin D dan Kalsium
Selain untuk menjaga kesehatan tulang, vitamin D berperan dalam proses penyerapan kalsium serta penting untuk pertumbuhan sel. Vitamin D dapat mencegah sel untuk bermultiplikasi yang mengakibatkan kanker. Pemenuhan vitamin D ini juga dapat mencegah resiko terkena penyakit osteophorosis.Kekebalan Tubuh
Nutrisi yang terkandung dalam yogurt bermanfaat untuk menjaga kekebalan tubuh. Bakteri baik juga mampu menjaga saluran pencernaan dari serangan pathogen (bakteri jahat) dan infeksi jamur.Sudah baca fakta-fakta menyehatkan tentang yogurt kan? Jadi setuju jika begitu banyak bukan kegunaan yogurt yang dapat membantu kita tetap sehat. Yuk, minum Cimory setiap hari agar Anda bisa merasakan khasiatnya.
Sumber : http://cimory.com/manfaat-minum-susu-yogurt-setiap-hari-untuk-tubuh/
Minggu, 06 Desember 2015
11 Macam Susu dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh
- Susu Sapi
Jenis susu ini pasti sudah sangat familiar di telinga Anda. Karena memang sapi perah merupakan ternak penghasil susu yang sangat dominan dibandingkan ternak perah lainnya. Susu sapi mengandung asam lemak omega-3 (alfa linoleic acid/ALA) dan omega-6 (linoleic acid/LA) yang merupakan asam lemak esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh manusia, sehingga mutlak harus diperoleh dari makanan.
Di dalam tubuh, ALA akan disintesis menjadi omega 3 lainnya yaitu asam DHA dan EPA. Sementara itu, LA disintesis menjadi omega-6 yakni AA. AA dan DHA berperan penting dalam pembentukan sel-sel otak dan proses penglihatan.
Protein dalam susu sapi juga sangat penting dalam proses pembentukan otot. Dan, kalsium dalam susu sapi penting bagi proses pembentukan tulang agar tulang tidak lekas mengalami pengeroposan.
Susu sapi termasuk jenis susu yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Mulai dari bayi dan anak-anak yang umumnya mengonsumsi susu formula yang berbahan dasar susu sapi, remaja, orang dewasa, hingga manula. Susu sapi yang banyak dijual di pasaran umumnya juga sudah difortifikasi dengan sejumlah zat gizi penting yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi kelompok yang mengonsumsinya.
- Susu Kambing
Meski susu kambing mulai popular di Indonesia, namun untuk penyediannya belum sebanyak susu sapi. Jika pada sapi perah dikenal keturunan Holstein sebagai penghasil susu utama, di keluarga kambing yang terkenal sebagai penghasil susu adalah jenis Saanen. Jenis kambing penghasil susu lainnya ada Nubian (penghasil sedikit susu dengan kadar lemak tinggi), Ettawa, Toggenburg, LaMancha, Oberhasli, dan Alpine. Khasiat susu kambing diantaranya adalah bisa membantu mencegah penyakit pikun akut atau Alzheimer. Susu kambing juga baik untuk diet dan obat penyakit asma.
- Susu Unta
Unta berpunuk satu sudah dikembangbiakkan di daerah selatan Arab Saudi sejak 3000 SM untuk dimanfaatkan daging dan susunya. Susu unta mengandung sedikit lemak dan laktosa, sementara kandungan potassium, zat besi 10 kali lebih tinggi dari susu sapi, dan vitamin C nya 3 kali lebih tinggi dari susu sapi. Susu Unta mengandung kolesterol 40% lebih rendah dari susu sapi serta memiliki kandungan mineral seperti sodium dan magnesium yang tinggi.
Susu unta dianggap lebih menyehatkan daripada susu sapi. Susu unta diyakini memiliki khasiat mampu meringankan gejala autisme, meredakan keluhan kram dan kembung pada perut, dan memiliki senyawa anti kanker kolon sehingga baik bagi pencernaan.
- Susu Domba
Susu domba lebih mudah dicerna tubuh manusia ketimbang susu sapi. Susu domba juga bisa dijadikan susu pengganti bagi mereka yang alergi terhadap susu kambing atau susu sapi. Kandungan mineralnya seperti kalsium, fosfor, seng, dan vitamin B kompleksnya mencapai dua kali lipat susu sapi yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan. Sayangnya, susu domba memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi, sehingga tidak baik dikonsumsi bagi penderita kolesterol. - Susu Kerbau
Satu lagi hewan yang bisa dikonsumsi susunya yaitu kerbau. Susu kerbau hanya dikonsumsi di beberapa daerah di Indonesi seperti di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sumbawa, dan beberapa daerah lainnya. Susu kerbau ini mengandung banyak protein, kalsium, besi, dan fosfor serta kolestrol yang rendah sehingga baik dikonsumsi bagi para penderita yang berkolestrol tinggi.
Susu kerbau memiliki tekstur yang lebih kental dan lebih creamy karena mengandung sedikit air. Susu kerbau dikenali dengan warna yang lebih putih bersih daripada susu sapi.
- Susu Kuda
Selain popular di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, susu kuda liar juga dikembangbiakkan di Sukabumi, Jawa Barat. Susu kuda mengandung kalori yang lebih rendah dibandingkan susu sapi, dengan lemak tak jenuh dan asam lemak rantai pendek membuatnya dapat diserap oleh tubuh. Susu ini dikenal karena khasiatnya untuk meningkatkan sistem imun tubuh dan menstimulasi pembersihan organ dalam tubuh. - Susu Keledai
Susu keledai berwarna putih bersih. Susu ini dianggap sebagai obat terbaik oleh masyarakat Yunani. Kadar asam lemak, mineral, serta vitamin A,B,C,D dan E nya sangat tinggi. Itu sebabnya susu ini bisa mencegah penuaan, mampu meregenrasi kulit, dan menjaga kelembaban kulit. - Susu Beras
Mungkin belum banyak orang yang mengenal susu ini. Susu beras adalah susu yang diperoleh dari beras. Hal ini diperoleh dengan beras memalui proses pengolahan. Susu berbahan dasar beras ini menjadi pilihan yang tepat untuk Anda yang sedang menjalankan program diet. Karena susu beras bisa membantu memperlancar metabolisme tubuh, sehingga bisa membantu penurunan berat badan Anda.
Tak hanya itu, susu beras tidak memiliki jumlah protein yang tinggi dan karenanya, niasin, vitamin B12, vitamin A, zat besi dan vitamin D yang sering ditambahkan ke dalamnya, untuk membuatnya lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi
- Susu Kedelai
Susu kedelai merupakan susu terbaik setelah susu kambing dan susu sapi. Tak hanya susu sapi dan susu kambing, susu kedelai juga sudah banyak ditemui di pasaran. Susu kacang kedelai merupakan hasil sari kacang kedelai murni yang diolah menjadi susu segar dan mengandung manfaat yang sangat baik untuk kesehatan pencernaan.
Susu kacang kedelai ini baik dikonsumsi bagi penderita alergi susu hewani. Karena susu kedelai ini merupakan jenis susu nabati yang kaya akan serat dan protein. Susu kedelai tidak memiliki kandungan lemak hewani sama sekali. Para penderita kanker bisa menambahkan menu susu kedelai dalam diet harian mereka, karena susu kedelai ampuh untuk membunuh sel-sel kanker.
- Susu Gandum
Pasti Anda lebih tahu gandum lebih banyak digunakan sebagai sereal atau sejenis roti gandum daripada susu. Ternyata, selain untuk pembuatan sereal dan roti, gandum juga dibuat menjadi susu. Masalah manfaat kesehatannya jangan ditanya lagi, susu gandum bebas kolesterol dan laktosa. Nah, jadi ini pilihan tepat untuk Anda yang sedang menjalani diet untuk penurunan berat badan. - Susu Kacang Mete
Kacang mete ini biasanya kita sering temukan bersama dengan cokelat atau sebagai makanan camilan. Kacang mete ini merupakan bagian dari buah mete yang sudah dikeringkan. Selain dibuat makanan, kacang mete juga dapat dijadikan sejenis minuman, yaitu susu kacang mete. Seperempat cangkir kacang mete bisa memasok 38% asupan nutrisi dalam tubuh Anda. Manfaat susu mete adalah mengembangkan tulang dan jaringan ikat.
Minggu, 22 November 2015
Other product from Cimory
Kuliner Bogor - Cimory Riverside Resto
Wisata Kuliner Indonesia #336
Kuliner Bogor
Cimory Riverside Resto
Jl. Raya Puncak Km 76 Cipayung Puncak - Bogor
Telp: +62 251 8252678
Mencari restoran yang menyajikan view pemandangan alam serta sajian yang juga lezat? Mungkin Cimory Riverside Resto bisa jadi pilihan. Resto yang berada di kawasan Cipayung Puncak ini merupakan resto Cimory yang kedua, setelah yang pertama hadir di kawasan Cisarua.
Melihat daftar menu yang diberikan, sajian di resto ini memang tampak
berbeda dengan yang ditawarkan di resto lain. Sebut saja beragam menu
dengan bahan utama sosis, contohnya yang satu ini: Spiral Kanzler Sausage (Rp.
44.900). Sosis goreng dari Kanzler dengan ukuran yang cukup panjang
disajikan melingkar dengan ditemani Potato Wedges dan salad sayur serta
tentunya saus sambal. Sosisnya harus diacungi jempol, enak dan tentunya
nampol dengan ukuran tersebut. Belum lagi potongan potato wedges yang
crunchy dan pas dicocol dengan sambal yang disediakan. Saladnya juga
oke, tampaknya di dressing dengan cuka sehingga tidak terasa plain. Menu
ini hanyalah salah satu pilihan menu dengan bahan dasar sosis yang
tersedia di resto ini. Tampaknya aneka menu dengan sajian sosis premium
ini menjadi andalan di sini.
Tapi yang enak disini tidak cuma menu dari sosisnya saja, coba juga yang ini: Nasi Goreng Chicken Wings.
Ini sebenarnya menu pilihan anak saya. Nasi gorengnya bergaya nasi
goreng kampung dengan bumbu standar, rasanya pas dengan lidah saya yang
juga "ngampung" ini. Ada lima potong chicken wings yang menemani,
bumbunya ciamik meresap sampai ke dalam. Muncul semburat manis di situ
yang cocok dengan selera Jawa saya. Harganya Rp. 39rb satu porsinya.
Untuk kudapan saya rekomendasikan untuk mencoba Seaweed Tofu.
Tahu isi yang dibungkus dengan rumput laut lalu digoreng dengan balutan
tepung. Tahu yang digunakan tampaknya tahu Yun Yi yang terkenal dengan
teksturnya yang lebut dan rasa yang memang enak. Balutan seaweednya
inovatif, memberi rasa berbeda di menu ini. Apalagi setelah dicocol ke
sambal yang turut disediakan, yummii bingits.... Satu porsi Seaweed Tofu
berisi enam potong.
Cimory itu
singkatan dari Cisarua Mountain Dairy, pabrik pengolahan susu yang ada
di kawasan pegunungan Cisarua. Makanya tidak afdol jika kita tidak
mencicipi susu segar di tempat ini. Ada lima pilihan rasa yang
bisa kita nikmati: Plain, Strawberry, Banana, Chocolate dan Coffee. Satu
gelas harganya 8000.
Dibanding Resto Cimory yang di Cisarua, saya lebih suka Cimory Riverside Resto ini. Selain tempatnya lebih luas, pemandangannya lebih cakep, bisa poto-poto dan yang terpenting lebih dekat dari Bogor sehingga tidak perlu bergerak terlalu ke atas yang jika di akhir pekan akan lumayan macet. Sehabis bersantap kita juga bisa mampir ke tokonya untuk belanja "oleh-oleh" seperti yoghurt, susu segar, sosis, tahu dan sebagainya. Bahkan di sini juga hadir usaha lain dari Cimory: Chocomory sebuah toko yang menyajikan aneka coklat dan penganan dari coklat hasil produksi Cimory sendiri. Kita bisa mencicipi coklat-coklat lezat yang ada lewat tester yang disediakan. Tertarik??
sumber : http://www.banyumurti.net/2014/10/kuliner-bogor-cimory-riverside-resto.html
Kamis, 12 November 2015
SUSU
1.
Pengertian
Susu
Susu
adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia
betina. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna
makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai
produk seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk
dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia.
Susu merupakan minuman bergizi tinggi
yang dihasilkan ternak perah menyusui, seperti sapi perah, kambing perah, atau bahkan kerbau perah. Susu sangat
mudah rusak dan tidak tahan lama di simpan kecuali telah mengalami perlakuan
khusus. Susu segar yang dibiarkan di kandang selama beberapa waktu, maka lemak
susu akan menggumpal di permukaan berupa krim susu, kemudian bakteri perusak
susu yang bertebaran di udara kandang, yang berasal dari sapi masuk ke dalam
susu dan berkembang biak dengan cepat. Oleh bakteri, gula susu di ubah menjadi
asam yang mengakibatkan susu berubah rasa menjadi asam. Lama kelamaan susu yang demikian itu
sudah rusak. Kombinasi oleh bakteri pada susu dapat berasal dari sapi, udara,
lingkungan, manusia yang bertugas, atau peralatan yang digunakan (Sumoprastowo,
2000).
Susu merupakan bahan pangan yang mempunyai nilai
gizi tinggi karena mempunyai kandungan nutrisi yang lengkap antara lain lemak,
protein, laktosa, vitamin, mineral, dan enzim. Sebagai produk pangan yang kaya
nutrisi, pH mendekati netral dan kandungan airnya tinggi. Oleh karena itu susu
sangat mudah mengalami kerusakan akibat pencemaran mikroba (Frank dalam Handayani
dan Purwanti, 2010). Menurut Dwidjoseputro (1982), susu segar adalah susu
murni, tidak mengalami pemanasan, dan tidak ada penambahan bahan pengawet. Susu
sapi segar mengandung air (87,25%), laktosa (4,8%), lemak (3,8%), kasein
(2,8%), albumin (0,7%), dan garam-garaman (0,65%). Selain itu perlu kita tahu
bahwa susu juga mengandung vitamin, sitrat, dan enzim. Sindurejo dalam
Tricahyadi dkk (2007) menyebutkan bahwa susu sapi yang baik memiliki warna
putih kekuningan dan tidak tembus cahaya
Berdasarkan jumlah bakteri dalam air
susu, kualitas susu di negara-negara barat dan negara-negara maju lainnya
digolongkan menjadi 3 macam, yaitu:
a. Susu dengan kualitas baik atau
kualitas A (No. 1), jumlah bakteri yang terdapat dalam susu segar tidak lebih
dari 10.000/ml. Bakteri-bakteri koliform tidak lebih dari 10/ml.
b. Susu Kualitas B (No. 2) jika jumlah
bakterinya antara 100.000-1.000.000/ml dan jumlah bakteri koliform tidak lebih
dari 10/ml.
c. Susu dengan kualitas C (No. 3),
jelek jika jumlah bakterinya lebih dari 1.000.000/ml (Hadiwiyoto, 1994).
Syarat
kualitas air susu segar di Indonesia telah dibakukan dalam Standart Nasional
Indonesia (SNI 01-3141-1997), dimana pemeriksaan cemaran mikroba dalam air susu
segar meliputi uji pemeriksaan dengan angka lempeng total (batas maksimum
mikroba 3,0 × 106 koloni/ml), Escherichia coli (maksimum 10/ml), Salmonella
(tidak ada), Staphylococcus aureus (maksimum 10² koloni/ml).
Faktor-faktor
yang mempengaruhi kualitas susu:
a. Keadaan kandang sapi. Kandang sapi
yang baik akan menghasilkan susu yang baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan
terhadap keadaan kandang adalah bentuk lubang angin (ventilasi luar ruangan,
penerangan, saluran pembuangan).
b. Keadaan rumah pemerah. Rumah pemerah
adalah rumah untuk mengadakan pemerahan susu. Rumah ini umumnya terpisah dari
kandang sapi.
c. Keadaan kesehatan sapi. Sapi perah
yang sakit akan menghasilkan mutu susu tidak baik.
d. Kesehatan pemerah atau pekerja. Hal
ini penting agar kontaminasi bakteri yang berasal dari pekerja yang sakit dapat
dihindari dan dikurangi.
e. Pemberi makanan . Sapi yang baru
saja diberi makanan akan menghasilkan susu dengan kandungan lebih banyak
daripada sapi yang belum diberi makanan ternyata mempengaruhi cita rasa susu
yang dihasilkan. Misal bawang merah yang diberikan 1-4 jam sebelum pemerahan
akan menghasilkan susu yang berbau kuat atau merangsang.
f. Kebersihan hewan. Apabila sapinya
kotor, susu yang diperoleh juga akan mengandung jumlah bakteri yang lebih
banyak dan akhirnya rendah mutunya.
g. Kebersihan alat pemerah
h. Penyaringan susu. Penyaringan dapat
membantu mengurangi kotoran-kotoran atau debu.
i. Penyimpanan susu. Penyimpanan susu
pada suhu tinggi atau kamar, jumlah bakteri yang ada pada susu akan lebih
banyak daripada penyimpanan susu pada suhu rendah.
Susu
merupakan cairan yang banyak mengandung gizi yang baik. Pada susu banyak
ditemukan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Untuk itu kualitas dari susu
perlu diperhatikan agar tidak merusak kandungan dari susu tersebut. Di dalam kondisi
lapang, banyak sekali ditemukan kecurangan dengan memalsukan maupun menambahkan
larutan atau zat ke dalam susu. Di Indonesia, susu masih merupakan komoditi
peternakan yang terbilang mewah. Dari situlah banyak pihak ingin maraup keuntungan
dengan melakukan pemalsuan pada susu.
Pemalsuan
pada susu yang sangat mudah dijumpai adalah dengan menambahkan susu dengan air.
Hal ini akan menambah volume dari susu tersebut dan susu akan dihargai dengan
sedikit lebih mahal. Selain penambahan air, peningkatan volum susu juga dapat dilakukan
dengan penambahan air tajin, susu kaleng, santan , bahkan soda kue. Pemalsuan
dengan menggunakan susu kaleng memiliki kelebihan diantaranya bau yang harum
susu serta warna yang relative tidak jauh berbeda dengan susu asli. Selain
untuk menambahkan volume, pemalsuan juga digunakan untuk mempertahankan sifat
susu. Pemalsuan seperti ini dilakukan dengan penambahan larutan formalin ke
dalam susu.
Susu
dalam ambing ternak yang sehat pun tidak bebas dari hama dan mungkin mnegandung
sampai 500 organisme /ml susu. Jika ambing itu sakit maka jumlah organisme itu
dapat meningkat secara signifikan lagi. Namun susu mengandung sejumlah bahan
antibakteri, dan telah diketahui bahwa bahan-bahan ini dapat mencegah tumbuhnya
bakteri di susu (Buckle dkk, 2010).
Selain
bakteri yang berasal dari ambing, ada juga pencemaran yang berasal dari ketika
pemerahan atau susu diambil dari putingnya. Lubang di ujung putting umumnya
tidak tertutup terlalu rapat dan biasanya basah, dan telah diketahui bahwa
bakteri dapat tumbuh sedikit agak jauh ke dalam putting. Ketika susu diambil organism
ini terbawa dan dapat menjadi sumber pencemaran yang lain. Maka dari itu
sebaiknya perahan pertama dari sapi umumnya dibuang, dikarenakan kandungan
bakteri yang terdapat di dalamnya juga yang terbanyak (Anonim, 1997)
Jenis-jenis
Micrococcus dan Corybacterium sering terdapat pada susu yang baru diambil
pada pemerahan. Sesudah terlepas dari sapi kandungan mikroorganisme pada susu
merupakan fungsi dari umur, yang menentukan tingkat perkembangan flora alam,
penanganan susu yang menentukan jenis-jenis organism yang terbawa, dan suhu
penyimpanan yang menentukan kecepatan perkembangbiakan mikroorganisme.
a. Kerusakan
Karena Mikroorganisme
Tumbuhnya
mikroorganisme
dalam susu dapat menimbulkan suatu kerugian dalam mutu susu. Beberapa
kerusakan karena tumbuhnya mikrooorganisme antara lain adalah :
1)
Pengasaman dan penggumpalan, yang
disebabkan karena fermentasi laktosa menjadi asam laktat yang menyebabkan
turunnya pH dan kemungkinan terjadinya penggumpalan kasein.
2)
Adanya bentukan lendir yang disebabkan
karena terjadinya pengentalan dan pembentukan lendir akibat pengeluaran kapsul
dari beberapa jenis bakteri
3)
Penggumpalan susu, yang diakibatkan
tanpa penurunan pH. Hal ini dapat terjadi karena beberapa bakteri diantaranya Bacillus
cereus yang menghasilkan enzim yang
mencerna lapisan tipis fosfolipid di sekitar butir-butir lemak dan kemungkinan
butir-butir tersebut menyatu dan membentuk suatu gumpalan yang timbul ke
permukaan susu (Buckle dkk, 2010).
b. Penyakit
Karena Mikroorganisme dalam Susu
Selain
bergizi tinggi dan bermanfaat bagi manusia ternyata susu juga merupakan sumber
penyakit yang menular ke manusia, hal ini diakibatkan tidak dilakukannya
pasteurisasi ataupun disebabkan dari susu yang kurang higienis. Secara garis
besar, penyakit yang berasal dari susu dapat berasal dari dua sumber :
1) Langsung
dari sapi, karena banyak penyakit yang diderita oleh sapi dapat menular ke
manusia, contoh : antraks
2) Dengan
penularan susu dari sumber luar selama pengangkutan dari sapi sampai ke tangan
konsumen.
Beberapa penyakit zoonosis yang
dapat menular dari sapi, adalah :
1) Tuberkolosis
Dari beberapa penyakit yang
ditularkan dari susu, TBC merupakan yang paling menonjol. Mycobacterium
boris adalah penyebab penyakit pada sapi dan dapat dipindahkan ke dalam
susu, terutama apabila ambingnya terkena infeksi.
2) Brucelosis
Brucellosis yang disebabkan karena
infeksi ini disebabkan oleh Brucella abortus, mijroorganisme yang
menyebabkan terjadinya keguguran kandungan. Penyakit ini bersifat menular dan
gejala infeksi pada manusia adalah demam yang berselang-seling, banyak
keringat, sakit kepala dan badan sakit semua.
3) Leptospirosis
Penyakit sapi ini disebabkan oleh
jenis kelompok Leptospira dan pada manusia
ditandai oleh influenza dan gejala demam thypoid.
4) Demam
Q
Demam Q adalah penyakit seperti
radang paru-paru (pneumonia) yang berasal dari Rickettsia. Organisme
penyebabnya adalah Coxiella burnetti yang dapat disebarkan lewat udara.
5) Salmonellosis
Mudah mencemari
susu, baik dari sapi sakit ataupun dari pekerja yang sakit. Salah satu
pencegahannya adalah dengan segera mendinginkan susu setelah diperah (Buckle
dkk, 2010).
c. Organism
Lain yang Terdapat dalam Susu
Bakteri
penyebab penyakit seperti Salmonella, Shigella, Bacillus cereus dan Staphylococcus
aureus dapat masuk ke dalam susu melalui udara, debu, ataupun alat
pemerahan yang kotor ataupun dari manusia. Karena susu merupakan zat makanan
yang baik untuk bakteri, kemungkinan berkembangbiaknya organisme ini secara
cepat sampai ke tingkat berbahaya yang lebih tinggi. Kecuali spora Bacillus
cereus, semua bibit penyakit ini dapat dihancurkan oleh pasteurisasi panas
pada susu segar mentah (Buckle dkk, 2010).
Sumber : http://www.ilmuternak.com/2014/09/pengertian-susu-dan-penyakit-yang.html
Langganan:
Komentar (Atom)

































